About Me

Monday, February 28, 2011

Materi of Management PR


1.      Lima Alat Ukur Pokok dalam Audit Komunikasi
Ø  Survei dengan kuesioner.
Dalam survai yang menggunakan kuesioner perlu diperhatikan benar-benar panjang kuesioner yang dibutuhkan, terutama bila kuesioner harus diisi sendiri oleh responden dan tidak dibacakan oleh pewawancara. Untuk menentukan panjang-pendeknya kuesioner yang dibutuhkan, perlu dipertimbangkan hal-hal berikut :
1.      Rentang kekuasaan organisasi yang dibutuhkan untuk mengisi kuesioner.
2.      Jumlah waktu yang tersedia untuk memproses informasi yang terkumpul dari kuesioner itu; dan
3.      Kiat khusus, seperti kemungkinan memperkecil huruf sehingga kuesioner tidak terlalu panjang.
Dalam penyusunan kuesioner kerahasiaan dan objektivitas jawaban perlu mendapat perhatian khusus. Artinya, kita mengharapakan jawaban yang objektif dan tidak bias.

Ø  Wawancara tatap muka
Wawancara dilakukan sebagai tanya jawab dyadic atau tatap muka perorangan-pertemuan satu pewawancara dengan satu responden. Oleh karena itu kegiatan ini disebut wawancara tatap muka, sekaligus untuk membedakan dengan wawancara lewat telepon. Tujuan utama dari wawancara ini adalah untuk memeriksa, menguji, ataupun melengkapi data yang diperoleh melalui alat-alat ukur lain. Ada dua pedoman wawancara yaitu pedoman wawancara penjajakan (exploratory) digunakan untuk mengumpulkan informasi-informasi penting untuk pengenalan masalah dengan menggunaka pertanyaan-pertanyaan terbuka (open-ended). Pedoman wawancara pendalaman (indepth interview) yang khusus dilakukan untuk membantu tafsiran atas temuan-temuan yang diperoleh melalui alat-alat audit lain. Pedoman wawancara penting untuk menjaga sistematika dan konsistensi perolehan data.


Ø  Analisis Jaringan
Analisis jaringan (network analysis) pada dasarnya bertujuan untuk memetakan kegiatan-kegiatan komunikasi yang melibatkan responden dalam organisasi ataupun unit kerjanya-baik secara formal maupun informal. Responden secara khusus diminta menunjukkan sejauh mana dengan intensitas bagaimana ia terlibat dalam komunikasi dengan rekan dalam unit atau departemen tempat kerjanya dan beberapa orang kunci di luar unit atau departemennya didalam jam kerjanya. Dari analisis jaringan ini dapat diperoleh gambaran tentang bagaimana seorang karyawan dapat memperoleh informasi secara efektif untuk menyelesaikan tugasnya dalam jam kerja.

Ø  Pengalaman Komunikasi
Analisis pengalaman komunikasi (communication experience) dikenal dengan sebutan teknik peristiwa kritis (critical incident tehnique) dalam analisis pengalaman komunikasi responden diminta menguraikan peristiwa-peristiwa komunikasi (communication episode) yang dapat dianggap sebagai contoh khas (incidents) dari peristiwa komunikasi yang sukses ataupun gagal. Dalam hal ini, ada satu catatan yang perlu diperhatikan. Responden lazimnya cenderung mengingat peristiwa-peristiwa tentang kegagalan komunikasi (ineffective communication) dari pada komunikasi yang sukses (effective communications).dan analisi atas data yang diperoleh melalui teknik ini harus diserahkan pada pengkaji yang sudah berpengalaman agar tidak mudah terkecoh oleh informasi sesaat (bias) atau informasi miring dari para informan atau pelapornya.


Ø  Catatan Harian Komunikasi.
Metode buku catatan harian komunikasi hanya cocok untuk organisasi dengan struktur yang kompleks dan jelas. Metode ini tidak lazim untuk responden kategori pekerja (tangan) kasar (blue collar), karena pekerja tangan umumnya tidak menghargai dokumen, sehingga tidak dapat pekerja umumnya tidak menghargai dokumen, sehingga tidak dapat diharapkan mempunyai catatan harian yang cermat.

2.      Empat strategi Penanganan krisis (Tactical Approach-Crisis Plan)
a.  Mulailah dengan Pendekatan
 
Rencana krisis dimulai dengan pernyataan perusahaan menguraikan pendekatan manajemen krisis perusahaan, menyediakan dasar keputusan dan perilaku jalan untuk semua tindakan. Laporan akan meringkas filosofi perusahaan dan etika, dan menggambarkan apa perusahaan berencana untuk "melindungi". Ini adalah bagian hati nurani perusahaan.

b.  Membangun Reputasi Kuat

Suatu organisasi dengan reputasi yang solid akan bertahan terhadap krisis atau tidak sama sekali.
Itu hampir mustahil untuk membangun hubungan dan kredibilitas dengan para pemangku kepentingan di tengah krisis. Ini harus dilakukan ketika keadaan dalam kondisi stabil. Setiap perusahaan dengan pendekatan awal terhadap krisis akan sangat kuat dipengaruhi oleh persepsi pada pelanggan dan masyarakat. Setiap penonton akan melihat catatan anda, dan sebagian besar dapat dan akan diambil dalam hitungan detik dari database yang ada.


c.   Buat Tim Krisis

Dibentuknya sebuah tim dalam menangani krisis sangat diperlukan, seseorang harus bertanggung jawab atas krisis yang terjadi  dan dalam kebanyakan kasus akan menyita waktu.  Orang yang menjadi anggota tim harus yang memiliki eaktu yang cukup lenggang yang bisa menjauh dari tugas sehari-hari dan mengambil kendali dari tim krisis. Pemilihan tim akan sangat penting untuk proses. Perwakilan dari kebijakan utama yang paling dan wilayah operasional diperlukan untuk membawa pemikiran yang sesuai dan manajemen untuk acara tersebut.

d.  Membentuk Crisis Center

Ada kebutuhan untuk Pusat Krisis sebgai tempat sarana dalam menangani krisis. Hal ini dapat menjadi ruang konferensi,  dilengkapi untuk teknologi komunikasi:
-Terinstal jack untuk saluran telepon.
-Komputer dengan modem untuk mengakses database.
-Fax, video conferencing, dan VCR.
-Satelit televisi, radio, dan layanan kawat.

3.      Empat Prinsip Reputasi melalui pendekatan dari sudut pandang dan khalayak yang beragam (multiple perspective stakeholder) menurut Davies (2003), yaitu :
  • Prinsip 1. Mempertimbangkan multi stakeholders

Manajemen reputasi korporat merupakan cara bagaimana organisasi seharusnya melakukan pendekatan terhadap masing masing persepsi stakeholders atas reputasi, sekaligus kepada bagaimana menyusun ruang lingkup ini untuk dipergunakan mengelola bisnis secara keseluruhan. Karena kebutuhan dan kepuasan setiap stakeholder yang berbeda-berbeda.



  • Prinsip 2. Elemen utama reputasi saling berkaitan

Prinsip ini mengulas bahwa masing masing elemen utama reputasi itu saling interdependensi, saling berkaitan. Tidak bisa disusun terpisah, namun harus menjadi satu kesatuan. Jika satu elemen reputasi dihilangkan, atau tidak masuk dalam keseluruhan indikator reputasi, maka akan mengurangi makna dan substansi reputasi itu sendiri.

  • Prinsip 3. Reputasi disusun melalui interaksi yang berjenjang

Ibarat model komunikasi yang berjenjang (two step flow communication). Demikian juga reputasi, bergerak dari yang paling kecil indikator sampai paling tinggi indikatornya. Hal ini membutuhkan rantai (chain) komunikasi yang mampu menghubungkan elemen reputasi yang satu ke lainnya.

  • Prinsip 4. Reputasi dapat dinilai dan memiliki nilai

Reputasi bernilai dan dapat dinilai. Hal ini karena reputasi memiliki indikator yang terukur dan dapat dilihat, dapat diakses. Kemampuan organisasi untuk mampu mengoperasionalkan kebutuhan reputasinya, tentu akan membawa penilaian stakeholder lebih jelas terhadap reputasi organisasi tersebut. Misalnya sebuah perusahaan telekomunikasi, menempatkan kepuasan pelanggan sebagai indikator reputasinya. Tentu hal ini harus dijawab dengan sejauh mana konsumen dilayani dengan excellence, sejauh mana konsumen merasa puas dengan fasilitas, puas terhadap pelayanan purna jual dan lain sebagainya.

Thursday, February 24, 2011

Strategic Management & Management Public Relations (PR)


Strategic Management PR

1.      Strategic Management a responsibility of top management, it defines the firm’s position, formulates strategies, and guides the execution of long-term organizational functions and processes.

Warren R. Plunkett, Raymond F. Attner, & Gemmy S. Allen. (2005). Management Meeting And Exceeding Customer Expectations. South-Western part of the Thomson Corporation. 183.

2.      Strategic Management : Refers to overall, long-run management. That includes planning, organizing, leading, and controlling effectively and efficiently over the long run – that is, successful management overall.

Good, Stephen H., Patricia M. Fandt., Joseph F. Michlitsch., & Pamela S. Lewis. (2007). Management : Challenges For Tomorrow’s Leaders. . South-Western part of the Thomson Corporation. 76-77.

3.      Strategic Management : Coordinating and managing all the things that are necessary to find the right people and guide them toward achieving the overall strategy is called strategic human resources management.

Good, Stephen H., Patricia M. Fandt., Joseph F. Michlitsch., & Pamela S. Lewis. (2007). Management : Challenges For Tomorrow’s Leaders. . South-Western part of the Thomson Corporation. 204.

4.      Traying all of this together and focusing it on the overall strategy of an organization is called Strategic Human Resource Management.

Good, Stephen H., Patricia M. Fandt., Joseph F. Michlitsch., & Pamela S. Lewis. (2007). Management : Challenges For Tomorrow’s Leaders. . South-Western part of the Thomson Corporation. 207.

5.      Strategic Human Resource Management is managing in such away as to coordinate all human resource componentes and focus them on achieving organizational goals and overall strategy.

Good, Stephen H., Patricia M. Fandt., Joseph F. Michlitsch., & Pamela S. Lewis. (2007). Management : Challenges For Tomorrow’s Leaders. . South-Western part of the Thomson Corporation. 207.


Strategi Manajemen PR


1.      Strategi (Strategy) adalah Rencana komprehensif untuk mencapai tujuan organisasi. Sebaliknya Manajemen Strategi (Strategic Management) adalah cara untuk menanggapi peluang dan tantangan bisnis – Manajemen strategis merupakan proses manajemen yang komprehensif & berkelanjutan yang ditujukan untuk memformulasikan dan mengimplementasikan strategi yang efektif. Terakhir, strategi yang mendorong terciptanya keselarasan yang sempurna antara organisasi dengan lingkungannya & dengan pencapaian tujuan strategisnya.

Griffin, W. Ricky. (2004). Manajemen  Jilid 1 Edisi ke 7. Texas A & M University. Erlangga. 226.

2.      Strategi  Manajemen adalah Proses manajemen yang komprehensif dan berkelanjutan yang ditujukan untuk memformulasikan dan mengimplementasikan strategi yang efektif, hal ini merupakan sebuah cara untuk menanggapi peluang dan tantangan bisnis.

Griffin, W. Ricky. (2004). Manajemen  Jilid 1 Edisi ke 7. Texas A & M University. Erlangga. 226.

3.      Strategic Management sering disebut pula Rencana Strategis atau Rencana Jangka Panjang Perusahaan. Dalam suatu rencana strategis perusahaan menetapkan garis-garis besar tindakan strategis yang akan diambil dalam kurun waktu tertentu ke depan.

Kasali, Reinhald. (2008). Manajemen Public Relations Konsep dan Aplikasinya di Indonesia. PT Pustaka Utama Grafiti. 5.

4.      Strategik Manajemen adalah apa yang dilakukan manajer untuk mengembangkan strategi organisasi.

Robbins, Stephen P., & mary Coulter. (2009). Management Edisi Kesepuluh. PT Graha Aksara Pratama. 213.




Management PR


1.      Andrew F. Sikula

Management in general refers to Planning, Organizing, Controlling, Staffing, Leading, Motivating, Communicating and Decision Making Activities Performed by any organization in order to coordinate the varied resources of the enterprice creation of some product or service.

Manajemen pada umumnya dikatikan dengan aktivitas-aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, penempatan, pengarahan, pemotivasian, komunikasi dan pengambilan keputusan yang dilakukan setiap organisasi dengan tujuan untuk mengkoordinasikan berbagai sumberdaya yang dimiliki oleh perusahaan sehingga akan dihasilkan suatu produk atau jasa secara efisien.

Hasibuan, H. Malayu. S.P. Drs., (2008). Manajemen, Dasar, Pengertian, dan Masalah. Jakarta : PT Bumi Aksara. 2-3.


2.      G.R Tery

Management is a distinct process consisting of planning, organizing, actuating and controlling performed to determine and accomplish stated objectives by the use of human being and other resources.

Manajemen adalah suatu proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya.

Hasibuan, H. Malayu. S.P. Drs., (2008). Manajemen, Dasar, Pengertian, dan Masalah. Jakarta : PT Bumi Aksara. 2-3.


3.      Harold Koonta & Cyril O’Donnel

Manajemen is getting things done through people in bringing about this coordinating of group activity, the manager, as a manager plans, organics, staff, direct, and control the activities other people.

Manajemen adalah usaha mencapai seuatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. Dengan demikian Manajer mengadakan koordinasi atas sejumlah aktivitas orang lain yang meliputi perencanaan, pengoranisasian, penempatan, pengarahan, dan pengendalian.

Hasibuan, H. Malayu. S.P. Drs., (2008). Manajemen, Dasar, Pengertian, dan Masalah. Jakarta : PT Bumi Aksara. 2-3.

4.      Management is about administering and coordinating resources in away that results in effectiveness and efficiency, achieving the organization’s goals in an efficient manner.

Goodman, Stephen H., Patricia M. Fandt, Joseph F. Michlitsch, & Pamela S. Lewis. (2007). Chapter 1 - Management Challenges For Tomorrow’s Leaders. South-Western part of the Thomson Corporation. 75.

5.      Parker (Stoner & Freeman, 2000).

Management is The art of getting donethrough people.

Manjemen adalah Seni melaksanakan pekerjaan melalui orang-orang.

Usman, Husaini, Prof., Dr., M.Pd., M.T., (2009). Manajemen Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan. Jakarta : PT Bumi Aksara. 5.


Manajemen PR


1.      Encyclopedia of The Social Science
Manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawali.

Manullang, Drs., M., (2006). Dasar-Dasar Manajemen. Gadjah mada University Press. 1.

2.      Haiman
Manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan bersama.

Manullang, Drs., M., (2006). Dasar-Dasar Manajemen. Gadjah mada University Press. 1.

3.      Mary Parker Follett
Manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini mengandung arti bahwa para manajer mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui peraturan orang-orang lain untuk melaksanakan berbagai tugas yang mungkin diperlukan, atau berarti dengan tidak melakukan tugas-tugas itu sendiri.

Handoko, T. Hani, Dr., M.B.A. (2003). Manajemen. BPEE Yogyakarta. 5

4.      Stoner
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasaan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya -sumber daya.

Stoner, James A. F. (1982). Management Prentice/Hall International Inc. Eng-Leword Cliff. Newyork. 8.

5.      Manajemen adalah menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.

Napitupulu, M. Sabarudin, S.E, Ak. (2001). Management Edisi 1. Salemba Empat. 8.

6.      Manajemen adalah bekerja melalui orang lain untuk menyelesaikan tugas-tugas yang membantu pencapaian sasaran organisasi seefisien mungkin.

Napitupulu, M. Sabarudin, S.E, Ak. (2001). Management Edisi 1. Salemba Empat. 8.

Evolusi Media Komunikasi

EVOLUSI MEDIA KOMUNIKASI

Pengertian

Evolusi merupakan kata yang berasal dari bahasa latin yang artinya
membuka gulungan atau membuka lapisan. Kemudian bahasa itu diserap menjadi
bahasa inggris evolution yang berarti perkembangan secara bertahap.
Jadi Evolusi adalah Perubahan yang berlangsung terus menerus dan
berkesinambungan dalam waktu yang lama.
Evolusi Media adalah perubahan yang bergerak secara terus menerus
berkembang dalam waktu yang lama karena adanya perkembangan peradaban dan
teknologi.

Perubahan Media Dalam Perubahan Dunia

Perubahan media mempunyai implikasi penting untuk industri media, gaya
hidup pribadi, karier. kebijakan yang nasional, isu sosial, dan keseimbangan didalam
masyarakat. Kemudian kita akan mendiskusikan bagaimana media baru
menghalangi cara dasar kita dalam mengkonsep hubungan antara media dan
masyarakat.

Perubahan Media Melalui Sejarah
Walaupun perubahan di media dan masyarakat yang menyertainya, bisa
kadang-kadang terlihat menjadi sesuatu baru dan berbeda secara radikal, dalam
konteks sejarah yang luas benar-benar tidak baru, dalam konteks historis yanglebih
luas mereka sesungguhnya tidak ada yang baru. Media dan masyarakat sudah
selalu meningkatkan bersama-sama.

Terbentuknya masyarakat informasi melalui proses transisi dari masyarakat sebelumnya yaitu :
1. Masyarakat Pra Pertanian.

Di dalam masyarakat pra pertanian, kebanyakan orang-orang tinggal dikelompok kecil sebagai pemburu dan gatherers. Kultur ini yang tergantung pada kata-kata (pembicaraan)dibanding menulis, memancarkan gagasan antar generasi.Tradisi lisan ini hidup pada masyarakat yang jaman ini. Banyak orang-orang yang orang buta huruf dan tidak mampu membaca buku, surat kabar, atau papan nama jalan
2. Masyarakat Pertanian.
Di dalam ekonomi pertanian, kebanyakan pekerjaan ditemukan pada perkebunan atau tanbahan peghasilan seperti pertambangan dan perikanan. Masyarakat pertanian hidup menetap dan lebih kompleks. Masyarakat pertanian, pertama membawa bahasa tulisan untuk manusia. Komunikasi adalah fungsi khusus seperti obat-obatan atau pembuatan lilin, mereka kebanyakan petani maupun bangsawan tidak bisa membaca atau menulis. Media massa utama dalam masyarakat pertanian adalah buku salinan tangan, tetapi sirkulasinya terbatas.
3. Masyarakat Industri

Johannes Gutenberg adalah yang pertama di Eropa yang menggunakan mesin tik metal yang bisa dibawa-bawa, perubahan secara dramatis kecepatan produksi buku dan menyisihkan kebutuhan cara tulisan tangan. Secepatnya beriburibu salinan yang serupa dari suatu buku bisa dicetak secara relatif dengan murah, dan produksi massal buku telah dicetak Dalam beberapa hal, revolusi industri memperpanjang metode Gutenberg untuk pabrik. Produksi industri dipusatkan di kota besar yang menggerakkan perpindahan massa dari desa ke kota dan dari pekerjaan pertanian ke pabrik.
4. Masyarakat Informasi.

Dalam Masyarakat Informasi bahwa produksi, proses dan distribusi informasi merupakan kegiatan utama ekonomi dan sosial. Dalam masyarakat informasi, waktu dihabiskan dengan media komunikasi dan dalam menggunakan teknologi informasi seperti telepon dan komputer. Semakin banyak orang dipekerjakan sebagai pekerja informasi, yang memproduksi, memproses atau menyebarkan informasi merupakan kegiatan utama mereka.
Dengan berkembangnya Information and Communication Technology (ICT) pada Masyarakat Informasi, maka berkembang pula proses - proses komunikasi.
Komunikasi interpersonal seolah – olah lalu menjadi :
• Tidak Berjarak
• Dapat Dilaksanakan serentak lebih dari dua orang
• Jarak dalam cara berkomunikasi tidak lagi menjadi kendala
• Terjadi merger kemampuan, baik antara orang yang berkomunikasi dengan pencipta software yang digunakan dalam berkomunikasi maupun diantara orang – orang yang berkomunikasi menggunakan fasilitas ICT (Information and Cmmunication Technology)
• Dalam waktu yang relatif singkat orang yang berkomunikasi akan segera diperkaya informasinya, sehingga mempunyai kemungkinan merubah pandangan – pandangannya dalam waktu yang relatif singkat
• Bidang ilmu dan lapangan kerja di bidang komunikasi lalu berkembang.

Berbagai perkembangan kondisi yang diungkap diatas, berdampak pula bagi pola aktivitas komunikasi yang diistilahkan sebagai berkembangnya pola dan fungsi serta manfaat interaktivitas atau interactivity dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, termasuk ekonomi, keuangan dan bidang politik.

Merger Teknologi
Awalnya : teknologi-teknologi berkembang sendiri-sendiri, akibat perkembangan
teknologi, teknologi-teknologi tersebut menjadi saling terkait. Perbedaan-perbedaan
di dalam hal pengumpulan, pengiriman, penyimpanan, dan pengolahan informasi
telah dapat diatasi. Industri komputer berkembang sangat pesat memicu
perkembangan teknologi lain, komputer juga berperan dalam perkembangan
teknologi telekomunikasi

Lekas Marah dan Mudah Tersinggung

Lekas marah adalah keadaan ekstrim kepekaan terhadap rangsangan apapun. Sangat sering orang yang memiliki kepekaan rangsangan merasa stres, tidak sabar atau mungkin dengan mudah menjadi marah. Lekas marah adalah semacam sinyal, bahwa yang tidak menyenangkan atau situasi yang berpotensi mengancam tidak dapat dihindari atau diselesaikan dengan cara yang pantas.

Mudah marah moderat merupakan pengalaman umum anak-anak yang kelelahan atau orang dewasa yang terlalu bekerja keras. Kurang tidur juga dapat menyebabkan suasana hati jengkel. Setiap jenis kecanduan alkohol atau obat-obatan dan penarikan dapat memicu seseorang lekas marah.

Penyebab lain bisa karena gangguan somatik (hipertiroidisme, gangguan nyeri, tinnitus, gangguan kronis lainnya atau kondisi medis yang parah).

Sedangkan penyebab psikologis mudah tersinggung dapat mencakup bentuk penyesuaian ringan masalah atau stres serta masalah kejiwaan yang lebih berat atau gangguan lain. Beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain; pubertas, kelelahan, kurang tidur, flu, sakit kepala, pramenstruasi, diabetes, depresi, narkoba, atau alkohol.

Gejala
Lekas marah dan tersinggung

Perawatan
Obat anti depresi mungkin membantu. Namun lingkungan psikologis yang mendukung, meminimalisir seseorang untuk tidak mudah marah.

Sumber: disarikan dari beberapa sumber.